Nyanyian Malam
Aku duduk diteras rumah malam itu
Memandang gemintang dilangit yang bertaburan
Tak ada ku bersuara
Kepala ku hanya terpaku menengadah
Malam itu juga hening
Hanya bunyi jangkrik dan binatang malam yang tertangkap telingaku
Bahkan aku bisa mendengar nafas yang keluar dari rongga mulutku sendiri
Hatiku tentram hatiku nyaman
Saat itu aku sadar, bahwa luka disana telah sembuh
Yang tersisa hanyalah bekas
Yang tersisa hanya kenangan yang menguatkan
Pikiran ku telah mampu menghasilkan kesimpulan bahwa tak selamanya cinta harus memiliki
Dia memang harus pergi
Dia dikirim Tuhan untuk mendewasakanku
Luka dan rasa sakit adalah cara tercepat dalam mendewasakan
Aku sekarang sudah bisa tersenyum mengingat kenangan dulu
Betapa mencintaimu adalah perjuangan
Untuk sebuah perjuangan aku sudah berusaha semampuku